Saturday, February 07, 2009

The Journey: A Junior High Story

Ini salah satu lagu favorit dari dulu... Yang nyanyi 911.
Time waits for no one, as sure as the tide pulls the ocean
As sure as, the path that's been chosen, cannot be changed
In my life's destination, I searched for the explanation
For some kind of reason, for my sorrow and pain
But in my isolation I learned to listen
To be thankful for the love that I'd been given

In my desperation I swore that never again
Would I hear all the laughter of my friends and my family
A million tears that I'd cried then began to dry
In the silence of the night time
I had came to realize
A sweet inspiration filled my horizon
Gave me the heart to go on and never would give in

I'm going to love each moment, of every day and night
I'll look back to the past with the sweetest smile
For now I realize, I've been given the key to life
I've been kissed by the angel by my side

This is my journey, journey through life
With every twist and turn I've laughed and cried
As the road unwinds
This is my journey, and I've learned to fight
To make me strong enough, to lift me up, to bring my dreams alive

Ha ha ha.. jaman putih biru itu jaman mutu-mutunya. Jaman edan-edanan sama sohib-sohib itu. Jaman hobi berantem sama Mama perkara pulang sekolah harus telpon dulu sebelum nunggu bis. Jaman ngecengin kakak dan temen seangkatan. Hya ha ha ha. Oye banget nggak sih? ^_^

Terus kalo denger lagu ini, sok-sokan. Ih ini kan gue bangeeet. PeDe. Sok teu kalo perjalanan hidup itu akan sesuai dengan jalan yang dipilih. One way leads to another.

Oh yeah?

Lucu kalo inget betapa waktu itu, hampir 9.5 tahun yang lalu, aku otot-ototan sama Mama di rumah.
"Pokoknya masuk SMA sono"
"Nggak mau, maunya masuk SMA 1."
"Lho, temen deket kamu aja masuk SMA sono kok kamu maunya SMA 1? Ono opo?"
"Ya nggak pa pa, maunya masuk SMA 1 kok."
"Iki arek cilik ngeyel je."
"Percaya deh, aku nggak bakalan macem-macem deh di SMA 1. Janji. Swear."

Jiaaaaaaan... bocah cilik kok ngeyil. Padahal nggak tahu SMA 1 itu gimana. Nggak ngerti SMA 1 itu modelnya kayak apa. Sejak SMP, pathnya menuju ke SMA sono. Bayangannya ntar pake baju putih abu-abu, pulang sekolah nangkring deh di bawah poon, makan siomay. cieeeeeehhh huhuyyyy. Secara di SMA sono banyak poonnya gitu. Sederhana sekali bukan cita-citaku dulu. Setiap kali nunggu bis, kami selalu disuguhi pemandangan para pemakai putih abu-abu yang hobi bersenda gurau. Akrab banget, seru kayaknya. Sampe-sampe kami yang masih make putih biru ngeces-ngeces. *ngelap sing gabres*

Eh lha kok, terjadi sesuatu di tengah jalan. Singkat cerita, bayangan nangkring di bawah poon pun berganti. Kenaikan kelas 2 es em pe, kakak kelas terkeceng ndak masuk SMA sono. Dianya sempat terdaftar di SMA 1, begitu berita dari sohib tercinta. (Idih, waktu itu aku sampe nyolatin masnya lho! Bukan... si masnya itu masih hidup kok sampai sekarang. Sampe tulisan ini ditulis, dia masih ada di dunia ini sama calon istrinya tuh, at the other side of the pond. Waktu itu aku sholat buat bersyukur karena dia keterima di sekolah yang dicita-citakan. Yeah. Kenapa aku bersyukur ya? Padahal kan malah jadi jauh to? Ah embuh lah, pokok e dia seneng, aku seneng. Gitu aja. Ini ngecenginnya tulus kok. Nggak pengen apa-apa. Nggak pake bilang-bilang, kecuali sama sohib tercinta, soalnya dia kebagian jadi telik sandi. Suka lho, punya suri tauladan. Ini gara-gara merindukan punya sosok kakak cowok nih. *Ampuuuuuuun deeeeh!*)

Dua tahun kemudian, kelulusan SMP, bau-baunya mau masuk SMA sono. Sohib tercinta juga. Jadi aman lah kita. Sohib yang udah sekelas 9 tahun pun begitu. Makin tenang lah kita. Eeeeeeeeh... kok tiba-tiba teringat masnya. Dulu kan si masnya maunya masuk SMA 1 yak. Bukan SMA sono. Walaupun nggak masuk pun, teteup, dia milih SMA 1, bukan SMA sono. Pasti ada sesuatu dengan SMA 1.

Eng ing eng.... dan terjadilah percakapan eyel-eyelan sama Mama di atas. Bahkan saat sohib tercinta mbujuk2, "yang bener kamu masuk SMA 1, SMA 1 kan begini begitu." Cuma kujawab, "ah nyatanya mas nya dulu juga ndaftarnya ke SMA 1, bukan ke SMA sono. Berarti SMA 1 lebih cihuy. Udah, kamu masuk SMA 1 aja ya? Ya ya ya ya?" *Jijaaaaayyyyy banget nggak sih?*

So, is the happy ending is close? Yes, it is. As you know, saya masuk SMA 1. Nakalan di sana selama tiga tahun. Punya temen-temen yang begini begitu.

Sohib saya? Tetap di jalan yang benar. Kecengan saya? Yang jelas dia nggak pernah mengenyam diajar Pak Yanto di SMA 1. Mwahahahaha. Sia-siakah? Nope. I have to thank him, though. Tanpa dia nggak akan ada cerita Mama bilang, "Untung ya dulu akhirnya kamu masuk SMA 1." Ya Alloh yang mampu membolak-balikkan hati manusia, terima kasih dulu aku kebagian ngecengin dia ya. *Hussssh... membolak-balikkan hatinya bukan soal kecengan kaleeee... Ngawur aja!* Untung apanya Mah? Ya untung, karena kamu jadi begini. Karena kamu jadi punya temen-temen yang manis-manis.

Nah tuh, saudara-saudara, yang merasa temen-temenku SMA. Selamat, kata Mama, kalian manis-manis. Itu berlaku buat yang perempuan dan laki-laki lho. :)) That was my story jaman SMP/SMA. Jaman kuliah? Beda lagi petualangannya. ixixixixixixi.

See? I indeed look back to the past with the sweetest smile, sambil nyengir-nyengir malu. Hyahahahaha. Milih sekolah kok melu2 kecengan. *dudul!*

How's your story? Mind to share a piece of your silly youth thingy with me?

7 comments:

atma said...

ahahaha...

meski dengan masuknya diriku ke sma 1 aku menjadi yg terbawah :P, tapi aku bersyukur. bersyukur bisa kenal kalian2...
(bersaudara dgn) wong2 "aneh" sing hebat2.. (dan manis2) :P

hahahaha..

nek aku, aku masuk ke sma 1 karena kakak sepupuku pindah dari sma 1 bantul masuk ke sma 1 jogja (rela mengorbankan 1 tahunnya yg jarang2 jaman semono orang lakukan)

kemudian setelah aku juga mengikuti jejaknya: "ealah jebul kok isine wong bodoh2 :)), eh, tapi kok tetep wae rangkingku ngisor dewe yo T_T hehehe.."

atma said...

revisi: "wong bodoh2" dirubah menjadi "wong2 koplak"

Anonymous said...

hah?semua temen sma mu manis-manis ya? mamaku kenal aku to?? ..berarti aku manis juga..kekeke

Unknown said...

Assalamualaikum

AKU ORA SETUJU KARO ATMA tapi wis diralat ding karo Atma. Neng SMA ku ana ne wong gelem sinau karo ora...alhamdulillah KABEH PINTER :)

Wassalamualaikum

sunett said...

@ atma: sing penting lulus... yo ra? :P

@ oax: ya taulah... kan sering diceritain :)

@ andhika: alhamdulillah...

MamaNyu said...

iiihhh... padahal kan kalo nurut mamahmu kamu mungkin sekelas sama aku... ;) *kedip2 menggoda*

dan kita jadi patrick & spongebob lebih awal... (IQ drop 7 poin per day) :))

bung2 said...

OMG...i never knew it !