Friday, July 29, 2016

The Story of Those Two Arrows

--Late posting, I started writing this post in the middle of the night then fell asleep without saving the draft. Oh well, now I need to work hard to remember my own rambling. Seb naseb!--

It started with an accidental game, then it becomes a routine whenever I am in town. Turns out I enjoy learning archery. After those black and blues and sore arms (and back!) I just realised that I also learn different things when I saw the result of my shot in one particular session:

Look scarily messed eh? xD Two arrows on yellow area (10 and 9 points), 2 others in blue, and the other 2 were out of nowhere near the target. If it happens during a first or second session then it's OK for me. But this happened after 5 yellows in about 5 sessions in a row (1 session = 6 arrows). Hahaha. Which make it looked awful (even for a novice like me). Haha.

I just realised that I had much to learn about other things when I saw this result. If it was a hollywood drama, the sequence would be out of target, blue, and finally yellow. As it happened (as life happens) it was yellow, out of target, blue (twice), out of target, yellow. Oh well... Then it dawned on me that I learnt a lot this past few weeks:

1. Control my emotion and ego
Unable to control both, then you will get nothing. Maybe it will get you the target you want, but it will feel empty.
2. Do your best on those things under your control
When it's gone, it's gone! The micro seconds you let go the arrow, then that's it. That's why sometimes it is not a good idea to change your mind the split second before you shot, before you let go. Those last split second might change everything for the worse (or might be the best--who knows). What I know is, before finally letting go the arrow, there almost always a temptation to fix a bit of this, move a bit of that. Well, if you really thing you already prepare the shoot well, forget those temptation.
3. Whatever mess that you make, you are the one who has to clear them
Last but not the least, this is also important. Whatever your result is, however messy it is, you are the one who will pull the arrow from the target. When it missed, you will be the one who scrape the green grass to find those missing arrows. 

-JOG, while waiting for a delayed flight

Sunday, July 10, 2016

If You Can Relate...

Barusan nonton November Man, si anak muda diomelin sama trainernya, karena dia malah asyik2an sama mbak-mbak. 'If you want a relationship, get a dog.' Dan ini mengingatkan saya  yang lagi cranky sama tulisan Kak Stadz yang series-nya lumayan panjang, udah 3 kemaren.

Sejujurnya saya ngga ada masalah dengan anjuran agar menyegerakan. Tapi disisi lain, rasanya enggak bijak kalau membanding2kan dengan orang-orang yang memilih (atau dipilihkan?--I'll get back to this later) untuk me-mapan-kan diri. 'Mapan' buat orang Jawa, bisa juga diartikan mencari tempat, ngepas2ke tempat.

Ketika teman-temannya bergalau ria mencari teman hidup, yang bersangkutan bisa jadi sedang bergulat dengan masalah lain, masalah studi, masalah organisasi, atau apalah, you name them. Everybody has their own time. Bagi mereka yang percaya, it's all written in the stars (kata orang Barat), it's written in Lauhul Mahfuz begitu saya mengimaninya. So who are you nyuruh2 cepet2? 

Dari setiap orang yang bersentuhan jalan, saya belajar banyak. Be it orang tua yang mendampingi dari lahir, teman-teman berbagi ketawa, teman-teman yang selalu digangguin kalo pas nangis2 (you know who you are *big hug*), teman berbagi cerita-cerita gak penting, dan bahkan teman yang numpang lewat doang kaya' komet--bisa jadi balik lagi ketemu setelah ratusan purnama atau ketarik gravitasi Jupiter and kaboom. *halah My point is: Every single meetings has their own purposes. Bisa jadi keliatan maksudnya dalam waktu dekat, bisa jadi dalam jangka waktu panjang. We don't know. We're just a grain of sand in this super massive-expanding-universe. When our purpose is done, yo wis. Mati. Bisa jadi purposenya memang nggak untuk memperbanyak kuantitas kafilah, tapi memperbaiki kualitasnya. Once more, who are you nyuruh2 cepet2? :P :P :P *kaboooeeerrrr

Tuesday, October 06, 2015

Uni Eropa: Bebas Visa untuk Paspor Biru dan Hitam

Hasil browsing-browsing, nemu List Negara-negara di Uni Eropa yang membebaskan Visa buat pemegang Paspor Biru (Service Passport/Paspor Dinas) dan Paspor Hitam (Diplomatic Passport/Paspor Diplomat). Nemunya disini. Kalau mau baca filenya nya klik ini (bentuknya file .xls).

Buat bonus hiburan, buat dibaca-baca, ternyata ada loh list fantasy and camo passport. Ada aja ya orang-orang yang berusaha atau coba-coba cross border pake paspor-paspor aneneneneh. Atau mungkin juga dipake buat berusaha menipu. Huhuhu.

Friday, August 14, 2015

Menikmati Hari-hari

Lokasi tempat Outbond kantor tahun ini adalah tempat yang pernah kami kunjungi sekitar 4 atau 5 tahun yang lalu. Saat ini, untuk menuju ke lokasi perlu perjalanan yang lumayan mblusuk dan panjang. Bayangkan kondisi 5 tahun yang lalu?

Waktu itu anak2 Merantau trip malam hari pulang kantor, rencananya hunting sunrise. Kepagian dan akhirnya kami tidur di parkiran depan Mesjid di kampung. Lucu? Iya, sekarang. Waktu itu berantem sama nyamuk, lha wong ngga bawa repellent. 

Sampai waktu sunrise tiba ternyata mendung. Enggak kelihatan deh. Bwahahaha. Tambah absurd lagi, akhirnya kami nyasar-nyasar ke tempat yang sekarang dipake buat Outbond kantor. Berhubung pendatang gelap, ya kami ndlosor2 aja di pinggir pantai. Baca buku, tiduran, errrrrm dan sempet curcol-curcol nggak jelas.

Kalau diinget-inget lagi, trip lawas itu absurd juga. Gile, aku ngga tahu waktu itu mau kemana dan mau ngapain. Wis pokoke ikut dan percaya aja. Maybe that what true friendship is? Aman. Nyaman. Dan bahagia. Nggak ada tangis-tangisan. Nggak ada pengkhianatan. You can put your life and trust on your friends' hands without being afraid of anything. Such a rare friendship needs to be cherished. Because time will never turn back. Enjoy every single moment together to accompany the single journeys taken.

"...we had joy we had fun we had seasons in the sun..." 

PS. Great friendship or sucks friendship both have their own lessons. I am learning. :)

Tuesday, July 21, 2015

KTP Hilang di Bandara!

Yeah judulnya lebay... Or not!
Musim mudik Lebaran dan KTP hilang di airport itu bikin sumpek. Dengkul lemes, ngga kebayang harus bikin Laporan Kehilangan di Kantor Polisi, ngurus ke RT, Kadus, Kelurahan, dan (kabarnya bisa lebih cepet) ke Catatan Sipil. OMG. Ngga kebayang berapa lama waktu yang harus disisihkan untuk segala kerepotan itu. Belum lagi musim libur lebaran, artinya semua urusan pemerintahan pasti libur lah. Tidaaaaaaak! *toweweng weweng weng! 

Jadinya semua daya dan upaya dikerahkan supaya sebisa mungkin KTP ketemu sebelum bener-bener kudu menjalani perjalanan panjang dari kantor ke kantor.

Langkah 1:
Cari tahu info tentang Barang Hilang. Via Sosmed, dapet info tentang no telpon bagian Lost and Found Bandara. Dapet? Dapet! Dapet nomer telponnya xD 2 nomor telpon yang dikasih, sampe 40 kali ditelpon, diangkat cuma sekali. 
'Ada yang bisa dibantu?'
"Ya, mbak. Saya mau mencari KTP saya yang hilang, apa ada yang menemukan disana?"
'Nomor telponnya berapa, Bu?'
"*bahagia, akhirnya nemu orang yang helpful* Nomor telpon saya 08xxxxx, Mbak."
'OK. Saya catat, KTP ya, nanti dihubungi kalau ketemu.' 
"Terima kasih, Mbak."
*klik, telpon ditutup*

Ah lega... But waiiiitttt.... Dia ngga nanya namaku atau nama di KTP. Trus gimana caranya dia tahu kalo dia menemukan KTPku? Tidaaaaaak. xD Aku tertipu. Hiks hiks...

Langkah 2:
Telpon lounge, minta tolong dicariin, siapa tahu jatuh di lounge. Yang ini lebih helpful, tapi sayangnya ngga ketemu.
"Mohon maaf, Ibu, kami tidak menemukan KTP atas nama Ibu. Malah menemukan KTP atas nama orang lain."

Baiklaaaaah.... Terima kasih. Yang ini beneran helpful, walau hasilnya tidak seperti yang diharapkan.

Langkah 3:
Kembalilah ke Bandara! Cari disana. Pengalaman membuktikan: tanya sama help desk di dalem terminal. There are lots and lots of KTP/SIM/etc yang ketinggalan/jatuh. Trust me on this. Nanya ke bagian informasi atau ke keamanan will only make you wanna sit down and cry. 

Mereka ngga punya SOP tentang kehilangan 'barang kecil' such as ID card. But hey, ternyata Mas dan Mbak di Help Desk nyimpenin loh. Konon ada satu titik lagi yang bisa dicoba, tanya sama bagian cek identitas di sebelum pemeriksaan x-ray menjelang boarding gates. Di sana juga ada banyak yang kececer ternyata.

Kalau ini ngga ketemu juga, ya berdoa aja, semoga ada orang baik yang mengirimkan/nganterin ke rumah.

Hasil browsingan tentang KTP-KTP kececer di Bandara kemarin ini bikin tanda tanya dan ide:
1. Kenapa pihak maskapai nggak punya SOP tentang KTP tercecer/hilang? Padahal kan banyak kejadian dan ini merepotkan lho kalo harus ngurus lagi.
2. Akan lebih bagus kalo dalam SOP tertulis bahwa ID card yang tercecer akan  dikirimkan ke alamat yang tertera. Iya nggak sih?

Last but not least, don't ever lost your KTP. :)