Wednesday, February 03, 2010

Baile Atha Cliath

========
You wouldn't know what you've lost till it gone.
That's what people said.
========

One of my acquaintance was tagged in a note (in FB of course) and the note was about a trip to Dublin (that's why this post titled as it is).

When I read it, I was overwhelmed and I said WTH? *Ooops.. pardon my language. ;)
In 9 days the writer could experience a lot of things that I couldn't do in more than 13 months.

But then...
aha!
Life happened! (Not sh*t happened, oh my dear readers...) ;)
When life happened then every other things will become blur.
The path will meet a branching road and eventually will lead to another crossroads which will leads you to another.. and so on and so on. Which will eat up your energy.
That's my reason for taking a break, at least 5 times a day.
Even when I travelling or in holidays. Ha ha. (Oh well.. it's an obligation. But you guys would let me run with this, wouldn't you?) ;)

Oh well... if only I could choose then I would like to live in few hundred years before now. But then there's no internet at that time. There's no antibiotic. There's no aeroplane. There's no.. oh dear God. Ha ha.. I don't even know where my greedy mind lead me to. Oh dear Lord, forgive my insatiable desire. :D


========
You wouldn't know what you've lost till it gone.
Ah... I would focus on what I've been gaining, instead.
========

Tuesday, February 02, 2010

Unbearable

I always said I can watch any kind of movie, except horror.
But I prefer only to watch cartoon and romance comedy.
That made my list of watched movie is short, very short indeed.
And why?
Because I have the power to choose.

Watching those movies about people's life, about how they think, makes me scared. People can be nice, yet they can be more evil than the devil and most of the times they don't even realized about the devil they become. This complex things make life bearable. Some people being lucky and back to their human mode before it's too late. Some just ain't lucky.

Watching those things in the movie makes me feel helpless. No justice and I can do nothing. Well, it's enough that real life is like that. Let the injustice corrupt the real life, but let me spare some piece of mind. Real life is harsh indeed and human needs to be strong.

Let me dream a dream of a utopian world while enjoying those so called entertainment. ;)

~after reading an excerpt of To Kill a Mocking Bird. This kind of book, which I would likely to buy or borrow in an impulse yet don't have the courage to even start it. Because when I start, I know I have to finish it and when I finish, I know I will have swollen eyes for days. And I know, it's not a good idea. Not a good idea... at all. Well, at least for the time being. ;)

Friday, January 29, 2010

Remembering Death

Dulu waktu saya masih ingusan (literally), pernah ada seorang guru yang bilang gini: Kalo ada orang yang mengingat mati, paling tidak 20 kali dalam sehari, maka orang itu akan masuk surga. Tahu dong, betapa pintarnya saya waktu itu... tentunya didorong keinginan kuat untuk bisa masuk surga, saya mengingat mati, nggak tanggung-tanggung, baru selesai waktu subuh dan belum selesai waktu Dhuha, saya sudah mengingat-ingat mati lebih dari 20 kali. Kok bisa? Ya bisa, wong tinggal ngomong "ingat mati", trus diulang 20 kali. Hi hi hi.

Anyway, pembicaraan tentang ini tidak pernah menjadi hal tabu di rumah, karena entah kenapa, topik ini adalah salah satu topik favorit. Karena seringnya yang diomongin bukan tentang kematian itu sendiri, tapi tentang hal-hal terkait, misalnya nerusin sekolah dimana besok kalau salah satu dari ortu ada yang meninggal duluan. Apakah ibu tiri itu beneran suka ngerokin pake piso (hi hi hi). Apakah saudara tiri itu sejahat sodara-sodaranya Cinderella, etc. etc. Dan topik-topik itu masih terus berkembang sampai sekarang, walaupun mulai sedikit berbeda arahnya, misalnya, waaaa.. jenggotnya babe udah putih, udah tua atau aku kemaren utang di warung 200 perak soale gak ono susuk, dsb.

Dengan situasi seperti itu alangkah kagetnya ketika suatu saat ada seorang yang tiba-tiba marah karena kami membicarakan tentang kematian. Hmm.. marah is a downgrade. Murka tepatnya. "Nggak etis itu ngomongin tentang kematian, apa kalau sudah tua itu artinya sudah hampir mati?" Oooops. Dan sayapun terdiam. Langsung mingkem. Wah, lagi bercanda je. Kalau rambut sudah beruban, itu artinya maghrib menjelang. Perbanyak ibadah. Bukankah demikian? Yang muda aja bisa mati duluan, apalagi yang sudah tua, tinggal nunggu waktu toh?

Ah sudahlah. Kami yang lebih muda bicara tidak pada tempatnya. Maaf ya. 

Tapi ceritanya belum berakhir, karena keesokan harinya, ternyata bakul rujak langganan yang biasanya dijabanin paling enggak setahun sekali ternyata juga udah meninggal. Weeew. Pantesan aja beberapa bulan yang lalu warungnya tutup terus. Sekarang yang jualan istrinya. Dan simbah bakul rujak edisi pertama masih ada disana (yang meninggal itu bakul rujak edisi kedua), masih setia ngupasin mangga dan nanas. Kalo ketemu simbah itu, jadi inget sama Eyang Kakung yang dulu hobinya pergi beli rujak sama cucunya yang cuma pake kaos kutung dan celana pendek naik vespa, mbah itulah yang njualin. 

Hmm... how time flies. 

Wednesday, January 13, 2010

Catatan buat 2014

# Mulai hari ini pasang mata, telinga, dan semua indera buat mulai pilih-pilih wakil rakyat.
# Yang dipilih nggak harus sama di tingkat daerah tingkat II, I, dan pusat.

Eeeeewwww... nggak diulangin lagi deh cari info cuma pas deket-deket kampanye. Yang kader-kadernya bagus belum tentu punya wakil yang bagus pula ternyata. Yang kader-kadernya kelihatannya meragukan ternyata wakilnya bisa jadi rising star. Yang putih belum tentu putih, yang biru belum tentu biru, yang ijo belum tentu ijo. Lagi-lagi wang sinawang. Jan repot tenan.

Sunday, December 13, 2009

Nada que Declarar


Saya punya utang postingan ini.
I know I made a statement that I will post the whole story in BS. Clearing things and stuffs. Tapi setelah menimbang, mengingat, tidur, menimbang, tidur lagi, mengingat lagi (aaaarrrrrggghhh.. belum makan @_@), akhirnya ya postingan ini aja deh yang keluar. Maaf ya... >.
***





People tend to get other people wrong. It's all about miscommunication. Sometimes your words was taken at face value when you meant something else. I think I have my share on the mess though, should've more careful when throwing out an insider remark nor a joke as dry as whisky.

OK. I've learnt my lesson.

---
(PS. aaaarrrrgghhh... that website was about liposuction. muhahahahaha)