Akhir-akhir ini kok aku nemu banyak banget blog2 yang berani ya? I mean, wow, walau isinya nggak seseram majalah2 yang covernya perlu disensor itu (well, sebenernya aku juga belum pernah baca itu majalah, tapi kalo covernya aja begitu, apa yang kauharapkan dari isinya, eh?)
Buatku kebebasan berbicara itu menakutkan. Karena orang-orang (termasuk diriku sendiri) cenderung untuk kebablasan kalo ngomong. Lupa ngerem. Sini asyik2 aja ngocehnya, padahal orang laen udah mabok dengernya.
Sering kali aku cengar cengir sendiri baca tulisan2 yang fun. Lucu2 refreshing berani nakal aneh gimana gitu. Abis baca jadi mumet. Seru juga kayaknya berbuat begini begitu... tapi serem aja yak idup kayak begitu. Alhamdulillah hidupku begini. Tidak perlu berbuat untuk mengerti, bukan?
Kadang-kadang kalau baca blognya orang bingung, jadi malah pengen mentung. Oalah kang... koyo ngono wae kok digawe mbulet. Alhamdulillah aku nggak kesrimpet. Orang lain udah kesasar, jadi nggak perlu ambil jalan yang sama, kan?
Nggak jarang juga nemu blog-blog yang luar biasa. Penuh tulisan-tulisan bermakna. I'll be there, somehow. ^_^
Anyway, for all writers (books/newspapers/news page/webpage/blog/advertisements/etc) thanks for sharing your thoughts with me.
PS. Artikel boybands ku kok jadinya nggak kel(u)ar-kel(u)ar yak? Hi hi hi hi
Thursday, February 05, 2009
Wednesday, February 04, 2009
To School or Not To School
(Don't ask about the grammar of the Title.) :P
Dulu, aku sering terheran-heran kalau denger percakapannya bule-bule bahwa mereka belum mau menikah atau belum pengen punya anak dulu setelah menikah. Keheranan ini bertambah di hari-hari pertamaku disini, karena lebih sering aku melihat pasangan2 berumur 35+ yang dorong2 stroller (eh namanya stroller bukan sih?) berisi baby. Maksudku, kalo misalnya yang dorong2 itu pasangan sepuh, ya kan kuasumsikan itu nenek-kakeknya.
Ternyata oh ternyata, culture and law make it that way.
Kalo di Indonesia, misalnya dua orang bekerja, nggak jarang kita nemuin anak SD yang udah pegang kunci rumah sendiri. Pulang sekolah ya pulang gitu aja. Nggak ada orang di rumah. (Banyak juga yang terus jadi anaknya Eyang atau jadi anaknya tetangga). Paling enggak nunggu sampe jam 2 atau 4 (atau lebih sore lagi) tergantung kerjaan orang tuanya. Well, hal ini ilegal disini. Anak berumur dibawah 16 tahun, nggak boleh ditinggal sendirian di rumah tanpa pengawasan.
Pernah nih kejadian, ada temen dateng dari Utara (UK). Terus sorenya pulang, berhubung kesorean, diperhitungkan dia sampe rumahnya sekitar jam 23-an. Nah, untuk njemput dia di stasiun, suaminya harus mbawa 2 orang anaknya (15 & 10 tahun). Well, pilihannya itu atau minta tolong childminder. Minta tolong childminder artinya ekstra duit lagi. (Nggak kaya' di Indonesia, titipan aja tetangga... gratis bo'. Ato malah anaknya dikunciin di rumah? Ah cuma ke stasiun, perginya nggak sampe 30 menit ini.)
Waktu itu aku nanya, lho, yang gede kan udah 15 tahun, apa ya nggak bisa njagain adeknya. "Weeee... nggak boleh itu, ntar kalo ketahuan social service anakku bisa diambil. Ketauan tetangga, bisa dilaporin sama social service." kata temenku sambil pasang tampang horor, seolah-olah aku baru aja kasih ide supaya dia nyemplung Liffey River di musim dingin.
Jadi ya wajar aja kalo terus ada cerita banyak orang tua harus stay di rumah karena sekolah ditutup (berita di sini, sini, sini). Lha piye? Kalo nggak sekolah, berarti anaknya harus dijagain. Itu atau mbayar childminder yang mahalnya naudzubillah.
Tapi kok nggak sedikit yang ngamuk-ngamuk ya? Bukannya seneng bisa mbolos? Kan lebih enak ngumpul sama anak2 to? Lagian kalo pengen kerja, kenapa nggak kerja sama aja ya? Misalnya 10 rumah tangga gitu. Yang 7 kerja, yang 3 jaga anak. Giliran gitu.
at
14:39
Tuesday, February 03, 2009
Where the Wind (not) Blows
Phiyuh, hari ini Dublin diguyur hujan salju. Alhamdulillah. Bisa hujan-hujanan sampe gemeteran juga akhirnya. Asin. Seneng lihat anak2 tetangga pada lari-lari di lapangan sambil balang2an bola salju. Pengen ikutan, tapi inget umur, jadi malu sendiri. Ha ha ha. Padahal sini kan juga masih imut2.
Ngomongin tentang anak-anak, jadi inget kemaren nemu ini:
Seneng banget waktu nemunya. Kenapa? Karena beberapa minggu yang lalu, mbak Di sama aku sempet terkaget2 sama tontonannya anak-anak di TV. Di programnya BBC for Kids ada acara lagu-lagu menjelang natal. (Yeah, namanya menjelang natal, nggak bisa dihindari program-program seperti itu, jadinya yang tua2 harus siap sedia.) Di acara itu yang nyanyi anak2 seumuran TK or SD kelas 1-2 an lah. Pokok e masih percil2 gitu. Yang bikin kaget, lha kok diantara yang nyanyi lagu-lagu puji2an ada nyelip anak-anak yang jilbaban. Nyanyinya semangat lagi. Ouuch!
Sampe sempet terkeluar kata-kata, "Deleng wae, sesuk anak ku ra bakal dak tukokno TV." Well, setelah dipikir-pikir mungkin agak drastis juga kalo begitu, karena TV pun masih bisa dilock dan tinggal masang discovery channel 'n co., acara2 semacam How It's Made won't be that harmful. Tentu saja statusnya BO. Hmm.. kalo makin banyak acara-acara kayak video di atas, it will be great for the young kids, indeed. Anak-anak kan seneng banget nonton Mr. Tumble atau Blues Clues. Konsep video ini mirip sama acara2 itu. Ya tapi jangan banyak-banyak juga sih. Ntar kapan baca bukunya?
Owh ada lagi, yang ini juga seru, buat yang agak lebih gede umurnya:
I let my imagination wondering back and forth. Hmm... dulu jaman aku kecil, tontonanku Kamen Rider, Power Rangers, Doraemon. Sekarang jadinya kayak begini. Pencinta jurus Pedang Matahari dan Pintu Kemana Saja. Kalau situasi yang kondusif bisa lebih berkembang, the next generation will be more than great! Insya Alloh.
Denger-denger ada mesjid di Jogja yang udah punya TV komunitas ya? Masih jalankah?
PS. Maaf buat yang nggak pake Firefox ya. Kemaren akunya iseng-iseng ngerubah template blog. Ternyata pake XML terus kebetulan lagi templatenya pake bahasa Spanyol. Hi hi hi, jadinya ya scriptnya udahlah berantakan masih tambah kacau balau pula. Kayaknya cukup rapi kalo dibuka di Firefox. Well, at least di Firefox ku sama Bung2 sih kelihatan nggak berantakan2 amat. Walau kalau dibuka di Safari, bleeeh... kayak kapal pecah.
Ngomongin tentang anak-anak, jadi inget kemaren nemu ini:
Seneng banget waktu nemunya. Kenapa? Karena beberapa minggu yang lalu, mbak Di sama aku sempet terkaget2 sama tontonannya anak-anak di TV. Di programnya BBC for Kids ada acara lagu-lagu menjelang natal. (Yeah, namanya menjelang natal, nggak bisa dihindari program-program seperti itu, jadinya yang tua2 harus siap sedia.) Di acara itu yang nyanyi anak2 seumuran TK or SD kelas 1-2 an lah. Pokok e masih percil2 gitu. Yang bikin kaget, lha kok diantara yang nyanyi lagu-lagu puji2an ada nyelip anak-anak yang jilbaban. Nyanyinya semangat lagi. Ouuch!
Sampe sempet terkeluar kata-kata, "Deleng wae, sesuk anak ku ra bakal dak tukokno TV." Well, setelah dipikir-pikir mungkin agak drastis juga kalo begitu, karena TV pun masih bisa dilock dan tinggal masang discovery channel 'n co., acara2 semacam How It's Made won't be that harmful. Tentu saja statusnya BO. Hmm.. kalo makin banyak acara-acara kayak video di atas, it will be great for the young kids, indeed. Anak-anak kan seneng banget nonton Mr. Tumble atau Blues Clues. Konsep video ini mirip sama acara2 itu. Ya tapi jangan banyak-banyak juga sih. Ntar kapan baca bukunya?
Owh ada lagi, yang ini juga seru, buat yang agak lebih gede umurnya:
I let my imagination wondering back and forth. Hmm... dulu jaman aku kecil, tontonanku Kamen Rider, Power Rangers, Doraemon. Sekarang jadinya kayak begini. Pencinta jurus Pedang Matahari dan Pintu Kemana Saja. Kalau situasi yang kondusif bisa lebih berkembang, the next generation will be more than great! Insya Alloh.
Denger-denger ada mesjid di Jogja yang udah punya TV komunitas ya? Masih jalankah?
PS. Maaf buat yang nggak pake Firefox ya. Kemaren akunya iseng-iseng ngerubah template blog. Ternyata pake XML terus kebetulan lagi templatenya pake bahasa Spanyol. Hi hi hi, jadinya ya scriptnya udahlah berantakan masih tambah kacau balau pula. Kayaknya cukup rapi kalo dibuka di Firefox. Well, at least di Firefox ku sama Bung2 sih kelihatan nggak berantakan2 amat. Walau kalau dibuka di Safari, bleeeh... kayak kapal pecah.
at
07:27
Monday, February 02, 2009
Gaduhnya Isi Kepala
~~~mohon maaf sebelumnya, serial boybands yang dijanjikan belum bisa di issue~~~
Well.. well.. apa kabarnya dunia pagi ini?
Kemaren saya habis ngomel2 di blog sebelah, jadi nggak perlulah ngecipris juga disini.
Okay, serial boybands (yang nggak penting itu) ditunda paling enggak 2 hari ya... Karena hari ini dan besok, insya Alloh, aku mau posting yang sedikit lebih berguna (baca: lebih bikin pusing).
Jalan-jalan kemaren cukup produktif. Lumayan memuaskan lah. Selain dapet gosip-gosip simpang siur dari abad ke 18/19, salah satunya juga dapet ini.
Apakah 'ini'? Ya dibuka dong link nya. Apa ya perlu dikasih tau siiiiii? :P
Highlight dari link tersebut adalah scientists discover brain area linked to pain resistance during intense religious experiences. Sorry, susah cari diksi yang pas ke bahasa Indonesia. Hasil dari risetnya berhasil menunjukkan untuk pertama kalinya, bahwa agama, misalnya, dapat mempengaruhi perkembangan dan penggunaan bagian2 otak. Penelitian melaporkan kalo orang yang taat beragama akan merasa bahwa rasa sakit itu bukan siksaan dan ketika teringat pada agamanya maka dia akan merasa rasa sakit tersebut lebih tertahankan. Eksperimen ini dicobakan ke 12 orang penganut Katolik yang taat dan 12 orang Agnostik/Atheist. (Kalo mau baca naskah aselinya, japri aja ya).
Ngomong-ngomong tentang atheist nih, aku rada heran aja, tiap kali nemu buku yang menarik, kenapa ujung2nya rata2 pengarangnya outspoken atheist ya? Seru sih. Karena sambil baca terus sambil latihan silat. Silat lidah di dalem otak pake jurus counter strike (?!) Sisi negatifnya? Jadi lebih cepet capek. Bacanya 1 bab, browsingnya berjam2. Ada nggak sih buku2 ilmu pengetahuan populer yang pengarangnya Muslim? Jangan sebut Harun Yahya ya... itu mah aye juga tahu.
Well.. well.. apa kabarnya dunia pagi ini?
Kemaren saya habis ngomel2 di blog sebelah, jadi nggak perlulah ngecipris juga disini.
Okay, serial boybands (yang nggak penting itu) ditunda paling enggak 2 hari ya... Karena hari ini dan besok, insya Alloh, aku mau posting yang sedikit lebih berguna (baca: lebih bikin pusing).
Jalan-jalan kemaren cukup produktif. Lumayan memuaskan lah. Selain dapet gosip-gosip simpang siur dari abad ke 18/19, salah satunya juga dapet ini.
Apakah 'ini'? Ya dibuka dong link nya. Apa ya perlu dikasih tau siiiiii? :P
Highlight dari link tersebut adalah scientists discover brain area linked to pain resistance during intense religious experiences. Sorry, susah cari diksi yang pas ke bahasa Indonesia. Hasil dari risetnya berhasil menunjukkan untuk pertama kalinya, bahwa agama, misalnya, dapat mempengaruhi perkembangan dan penggunaan bagian2 otak. Penelitian melaporkan kalo orang yang taat beragama akan merasa bahwa rasa sakit itu bukan siksaan dan ketika teringat pada agamanya maka dia akan merasa rasa sakit tersebut lebih tertahankan. Eksperimen ini dicobakan ke 12 orang penganut Katolik yang taat dan 12 orang Agnostik/Atheist. (Kalo mau baca naskah aselinya, japri aja ya).
Ngomong-ngomong tentang atheist nih, aku rada heran aja, tiap kali nemu buku yang menarik, kenapa ujung2nya rata2 pengarangnya outspoken atheist ya? Seru sih. Karena sambil baca terus sambil latihan silat. Silat lidah di dalem otak pake jurus counter strike (?!) Sisi negatifnya? Jadi lebih cepet capek. Bacanya 1 bab, browsingnya berjam2. Ada nggak sih buku2 ilmu pengetahuan populer yang pengarangnya Muslim? Jangan sebut Harun Yahya ya... itu mah aye juga tahu.
at
10:43
Sunday, February 01, 2009
Sepertinya (sedikit) tentang Boybands
Malem-malem gini.. eh udah pagi ding, aku ketawa2 sendiri kayak Mak Lampir. Mweheheheheh...
Cekikikan kayak Kuntilanak... ixixixixixix... Nggangguin orang2 yang pada tidur; well sebenernya yang udah tidur baru satu orang sih, yang 2 ekor belom pulang. Tauk ntar pulang tauk masih nyantol di pub.
Anyway..diriku cekikikan gara2 nemu harta *bukan* karun di youtube. Apalagi kalo bukan video clip2 lama boybands2 asal Enggres dan Eire. D'oh! Orang Indonesia dan orang Asia itu memang luar biasa sadisnya kalo lihat bule. Tampang bau bule dikit aja udah histeris. Sumpe deee! Sereeem. Kalo diinget2, kasiyan juga tuh bule2 personil boybands. Bleh, dinegaranya kalo ketemu fans paling cipika cipiki, kasih tanda tangan, basa basi "hey... what's the story lads.. blah blah" kalo di Indo? di tereakin, di jambakin, di cubitin, ditowel2, hiiiiiiii... resiko pekerjaan? i don't think it's worthed. Pensiun aja Bang, jadi artis. Yang paling heran yaaaaaa... kenapa kalo meet and greet tuh cewek2 pada ngasih boneka? Heran deh! Mungkin kalo dikoleksi, tiap2 personil boyband itu punya satu container penuh boneka. *geleng2*
B.O.N.E.K.A! Nggak ada yang laen, Jeng? Yang dikasih itu cowok. Halooooo! Kagak macho amat sih? Walaupun mereka kalo nyanyi mendayu2, itu maksudnya buat ngerayu, bukannya bermaksud untuk berdeklarasi mereka itu cowo' letoy yang doyan boneka! (Eh tapi di Dedek juga doyan tuh sama boneka, tiap2 dikasih ceweknya boneka. Heran, ini yang salah yang cewek pa yang cowok yak?) Atau mungkin aku ngomel2 nggak jelas gini, karena aku pada dasarnya nggak gitu suka boneka? Well, I do like it, sometimes, as long as they are not in my bed!
Sampe dimana tadi? Ah ya, sampe bagian sadisnya para fans! Suatu hari, pikiran gilaku pernah nyeletuk, mungkin anggota boyband yang jadi doyan sesama cowok itu jadi begitu karena saking gilonya sama perilaku cewek2 kali ya? Oh seraaaaaam... dia merasa nggak bisa *cowok* lagi gitu. Terus jadi melambai deeeeeeeeh. Ngelantur ih!
Ngeliat video2 kuno itu, tiba2 aku merasa sama kunonya sama video2 itu. Dulu suaranya Ronan nemenin jaman2 puber putih biru. Suaranya Bryan (of Westlife-who else??) mewarnai masa2 pemberontakan putih abu-abu. Time flies, eh?
Life has so many offers in a very short party. Even when my appetite crawl for more, I would happily abandon the blink blink glittery starter for the best main course that the Master offers. After all, human cannot have it all, rite?
PS. Sepertinya ini akan jadi awal dari sebuah seri... cissss... bikin episode, emang sinetron? Hmm... serial boyband... seru kali yaaaa?
Cekikikan kayak Kuntilanak... ixixixixixix... Nggangguin orang2 yang pada tidur; well sebenernya yang udah tidur baru satu orang sih, yang 2 ekor belom pulang. Tauk ntar pulang tauk masih nyantol di pub.
Anyway..diriku cekikikan gara2 nemu harta *bukan* karun di youtube. Apalagi kalo bukan video clip2 lama boybands2 asal Enggres dan Eire. D'oh! Orang Indonesia dan orang Asia itu memang luar biasa sadisnya kalo lihat bule. Tampang bau bule dikit aja udah histeris. Sumpe deee! Sereeem. Kalo diinget2, kasiyan juga tuh bule2 personil boybands. Bleh, dinegaranya kalo ketemu fans paling cipika cipiki, kasih tanda tangan, basa basi "hey... what's the story lads.. blah blah" kalo di Indo? di tereakin, di jambakin, di cubitin, ditowel2, hiiiiiiii... resiko pekerjaan? i don't think it's worthed. Pensiun aja Bang, jadi artis. Yang paling heran yaaaaaa... kenapa kalo meet and greet tuh cewek2 pada ngasih boneka? Heran deh! Mungkin kalo dikoleksi, tiap2 personil boyband itu punya satu container penuh boneka. *geleng2*
B.O.N.E.K.A! Nggak ada yang laen, Jeng? Yang dikasih itu cowok. Halooooo! Kagak macho amat sih? Walaupun mereka kalo nyanyi mendayu2, itu maksudnya buat ngerayu, bukannya bermaksud untuk berdeklarasi mereka itu cowo' letoy yang doyan boneka! (Eh tapi di Dedek juga doyan tuh sama boneka, tiap2 dikasih ceweknya boneka. Heran, ini yang salah yang cewek pa yang cowok yak?) Atau mungkin aku ngomel2 nggak jelas gini, karena aku pada dasarnya nggak gitu suka boneka? Well, I do like it, sometimes, as long as they are not in my bed!
Sampe dimana tadi? Ah ya, sampe bagian sadisnya para fans! Suatu hari, pikiran gilaku pernah nyeletuk, mungkin anggota boyband yang jadi doyan sesama cowok itu jadi begitu karena saking gilonya sama perilaku cewek2 kali ya? Oh seraaaaaam... dia merasa nggak bisa *cowok* lagi gitu. Terus jadi melambai deeeeeeeeh. Ngelantur ih!
Ngeliat video2 kuno itu, tiba2 aku merasa sama kunonya sama video2 itu. Dulu suaranya Ronan nemenin jaman2 puber putih biru. Suaranya Bryan (of Westlife-who else??) mewarnai masa2 pemberontakan putih abu-abu. Time flies, eh?
Life has so many offers in a very short party. Even when my appetite crawl for more, I would happily abandon the blink blink glittery starter for the best main course that the Master offers. After all, human cannot have it all, rite?
PS. Sepertinya ini akan jadi awal dari sebuah seri... cissss... bikin episode, emang sinetron? Hmm... serial boyband... seru kali yaaaa?
at
09:41
Subscribe to:
Posts (Atom)