Tuesday, January 21, 2014

Long Way to Go

Iseng-iseng cek atlas, ternyata masih a really long way to go... Three continents to go. One step at a time. :)
Up Until Now


There's a place I think about, where the sun never goes out
And sky is deep and blue, would you take me there with you? -Ivy, Edge of Ocean


Thursday, January 09, 2014

A Bit about Pokopang

These last few weeks my time was spent on playing this time-eater game: Pokopang! Sometimes I think this game is as contagious as influenza.Somehow, I only found 2 blogs that have a kind of walkthrough posts about this game. Here and here. It is a bit frustrating having no clues in playing this game. Haha.

I am too lazy to write all the details, so you can read both blogposts to get some more insights.  I make this posts to make a reminder for myself (and to those of you who need some inspirations). Before we start, I have to make a disclaimer that I'm not an expert in this game, my friends got more scores than I did, I'll just share what I know up to this very moment.



As shown in the picture below, this game 'worship' cherries, diamonds, and clovers. Cherries can be used to buy 'additional weapons' inside the game, diamonds can be used to buy almost anything including extra clovers, extra cherries, and some other bonuses. And clovers are your means of life in this game. No clovers, no game. :P



First of all, this game is about hitting the monsters with the blocks that you eliminate during the game. You only have 60 seconds (normal time) to eliminate as many blocks as you can. You can eliminate a minimum of 3 blocks at a time. When you eliminate 3 blocks, a fruit will be thrown to the monsters. The stronger the power of your fruits, the easier you kill the animals. 
Key points: 
  • 3 blocks = 1 fruit thrown, 4 blocks = 2 fruits thrown, 5 blocks = 3 fruits thrown, and so on.
  • 3 blocks = no cherry; 4 blocks = 1 cherry; 5 blocks = 2 cherries, and so on. When you eliminate 10 blocks at a time, you'll get all the cherries from the blocks + a blue cherry. The value of this 'super cherry' is 10 'ordinary cherries' or the red ones. Eliminate 11 blocks, you'll get additional 2 blue cherries, and so on.

Second,  animal. The animal(s) that help you would be highly important. In the name of the fun of the game, you should open all 3 slots of animal. It will take time for newbies to get this. Well, if you don't have the patience you can always buy the diamonds needed. (I am not suggesting this option, coz it'll ruin your monthly budgets. But hey, maybe you're budget is more flexible than what I have, right?) :P

The animals have some different skills. Some of the animals only have powers to help us hit the monsters, but some others have additional skills such as extra cherries, poison, rainbow, drainbow (double rainbows), and bombs.

Key points:
  • extra cherries will be given at the moment of impact between the monsters and the animal. (When you got high level animal, it is possible that you could kill more than one monsters at a time.)
  • poison will give you extra damage when the fruit hits the monsters.
  • rainbow will eliminate the same colour blocks. 
  • double rainbows will eliminate 2 same colour blocks.
  • bombs are more effective when the explotion happened in the middle of the field. It is a bit hard though to make the bombs in 'the right position'.

Third, Fever Mode. Fever Mode will happen in every 7th combos you make. 7, 14, 21, 28, 35, and so on. What's the story behind this 'fever'? Each blocks explode in the fever (because their position are close to the blocks that you eliminate) will result in 1 fruit thrown to the animal. Yummy extra damage, eh? ;)

How to enjoy the game?
For me myself, I have some different ways to enjoy this game. Usually I make my own mission and changing the way I play, for example:
1. Cherries hunting
I am doing my cherries hunting at the beginning of the week. I don't mind the low score, as long as I got plenty of cherries during the game. 
How to? I put the animals that give cherries bonuses in the slot.



2. Point seeker
After I think I have enough cherries to 'embrace the journey to high points' I will change my animal again. Usually I use those animals with highest powers and bonus that will be useful to give extra damage, such as bombs or rainbows. And of course I also use the 'rare items' that only available through the spin after we play 15 times. Between the paint and the star? I would pick the stars anyday. Too bad, getting this star item is the hardest one. You'll need a lot of luck. 

I am sure I still miss some things here, anyone want to share their strategies? :)

Monday, January 06, 2014

Brain Freeze

Kelamaan ngerjain hal-hal yang ngga butuh kreativitas itu bikin otak buntet. Dan no, yang dimaksud dengan kreativitas disini bukan tentang origami atau merangkai bunga. Contohnya begini, kemarin weekend seharian berkutat dengan urusan download men-download lakorn. Apaan tuh lakorn? Lakorn itu sinetron Thailand, yang biasanya cuma sepanjang 12-23 episode terus tamat. Ngga kaya' sinetron Indonesia yang panjangnya naudzubillah pun belum tentu ada endingnya. Terus terus...? Ya tentunya tokoh-tokoh sinetron itu bicara pakai bahasa Thai (obviously!!!) :) Jadi diperlukan adanya subtitle dong ya?

Nah, di youtube sudah ada tuh hard-subnya, tapi kualitas gambarnya low res. Bikin sakit mata dong... Nah, supaya ngga sakit mata kita cari yang HQ. HQ didapat, udah hepi tuh siap-siap maraton nonton... Eeeeeeh... jreng jreeeeeng... yang HQ ngga ada subtitlenya bo'! Toweweweng.

Dari siang sampai sore, nguplek-uplek mbah gugel dan forum-forum sampe ngepoin orang-orang yang biasa nerjemahin lakorn. Masak sih nggak ada leakingnya sama sekali ini subtitle? Ketika sudah mulai menjelang maghrib, sudah mulai menyerah. Ya sudahlah. Gimana lagi. Sia-sia download HQnya. Udah berusaha belajar cara ambil subtitle di viki pun percuma, wong di viki juga lakornnya malah sebagian episodenya hilang. Ya nasib deh. Mosok baca subtitle pake bahasa Rusia? Ini udah tahun 2014 gitu... Sedemikian mudahnya kah teknologi jadi obsolete?

Wait... wait... Bahasa Rusia? Iya. Jadi ceritanya di suatu forum ada tuh terjemahannya bahasa Rusia. Bukan bahasa Inggris. Karena ngga percaya, di didownload dan dicoba. Eeeeeh, beneran bahasa Rusia, pake font cyrillic. Alamaaaak. Percuma dong.

Percuma? Ya enggak laaaaah... Di sinilah baru kusadari brain freeze. Kenapa aku dong-dong sekaliiii? Kenapa nggak dari tadi itu soft subtitle diterjemahkan kemudian tinggal dipasangkan ke videonyaaaaaa? Aaaaaaaakkkkk... bodoh nian yaaaa? Itu kan cuma perlu sedikiiiiiit out of the box. *ngakak-ngakak ngetawain diri sendiri yang berjam-jam being dumb*

Endingnya? Endingnya ya si font cyrillic itu di-convert jadi font biasa, kemudian di-google translate-kan, dan kemudian di gabungkan sama si video. Beres? Nope. x_x Belom beres karena ternyata videonya sama subtitlenya ndak sinkron. Trus diapain dong? Disinkronkan laaaaaah. Kemaren makenya subshifter untuk synchronizing waktunya. :D

This year... i promise myself to spend more time out of the box :)

Friday, December 27, 2013

World Style: Unity in Diversity

Boring. Iya. Boring.
Seluruh dunia rasanya sama aja. Model pakaian yang sama, trend warna yang sama, semua-muanya sama. Rasanya jadi nggak ada gunanya traveling around the world. *sigh* Emang pernah Nett? Ya belom. Hahaha.

Setelah nonton Catching Fire dengan berbagai warna-warni baju yang dipakai orang-orang Capitol, entah kenapa jadi kepikiran. Kalau lihat berita atau nonton acara TV, rata-rata pakaian yang dipakai itu sama. Iya. H&M dan Debenhams di Jakarta bajunya juga sama lah modelnya sama yang di Europe. Uniqlo di Shibuya juga baju-bajunya sama persis sama di Lotte Avenue Ciputra. Jadi nggak ada bedanya jalan di mall di Jakarta dan di Tokyo. Atau Dublin. Atau Paris. Atau London. Well, OK, agak berbeda style-nya ketika kita di Timur Tengah. Abaya hitam buat mbak-mbak dan Gamis putih panjang + tutup kepala kotak-kotak buat mas-mas. Tapi jamak juga jeans dimana-mana.

Terbayang di kepala, mungkinkah suatu saat nanti trend berubah? Aku pengen ketika berkunjung ke Korea, ya orang-orang pakai baju khas Korea. Ke Jepang, ya orang-orang pakai Kimono. Ke Indonesia, lihat orang pake' kebaya. Ke Skotlandia, tentu ketemu mas dan mbak dengan tartan-nya. Ya tentunya semua disesuaikan dengan kenyamanan dan etika berpakaian masing-masing. Jangan aja terus yang di Jawa kembenan semua. Hahaha.

Mungkin nggak ya? Oh how I wish dunia ini lebih diverse in style. Sehingga ada sesuatu yang beda ketika kita travelling all around.

Friday, December 13, 2013

Soekarno at A Glance

Tadinya belum berencana untuk nonton Soekarno. Tapi berhubung nampaknya ada drama-drama yang bikin Pengadilan Niaga ada wacana untuk menarik master filmnya, jadilah didahulukan. Prioritas utama.

Hasilnya? Baru beberapa menit duduk di ruang bioskop yang gelap, udah merinding disko. Kenapa? Karena sebelum filmnya dimulai, diputer lagu Indonesia Raya. Semua penonton diminta berdiri. Bahkan Mas petugasnya juga mengingatkan sebelumnya, agar berdiri. Merindingku ini disebabkan dua hal, yang pertama karena lagu Indonesia Raya itu sendiri, nggak tahu kenapa, beda aja auranya ini lagu. Selalu membawa suasana haru gimanaaaaaa gitu kalau harus menyanyikannya. Alasan kedua, dulu waktu nonton Harry Potter 3 di Bangkok, sebelum film dimulai, semua penonton berdiri. Di bioskop. Dan katanya itu kebiasaan disana, karena kemudian diputer lagu tentang Rajanya. Masih inget sekali waktu itu aku terpikir, "Ya Allah, kapan ya aku bisa berdiri di bioskop dan menyanyikan lagu Indonesia Raya?" It happened! WOW! My wish. Granted. About 8 years later. Checked. :)

Kembali ke film. Filmnya dibuka dengan wajah yang familiar. Budiman Sudjatmiko sebagai Suyuti, salah satu tokoh pergerakan. Terus filmnya mengalir, cerita tentang Sukarno kecil yang udah pacaran aja sama bule. Bahkan mau ngelamar. Ini kayaknya mau cerita kalo bakat 'mudah jatuh cinta'nya BK ini udah mulai dari jaman dia sangat muda. Terus agak loncat-loncat alurnya, menceritakan BK waktu dibuang ke Ende, Bengkulu, dan diakhiri di Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Disini juga digambarkan betapa BK itu sangat rapi dan sangat aware ama penampilannya. Cowok dandy gitulah. 

Untuk film berbau sejarah, film ini ngga terlalu berat. Ringan aja. Walaupun ada adegan perang (dikiiiit). Cenderung berat di drama romantika rumah tangganya BK. D*rn, amazing banget ini orang, ditengah-tengah hiruk pikuk persiapan kemerdekaan masih pulak dia galau mikirin perempuan yang bukan istrinya. Hahahaha. Manusiawi? Iya kali. Laki-laki? Hmm.. tipikal.

Sosok Bu Inggit jadinya keren banget diperanin ama Mpok Mod. Apa iya kenyataannya begitu? Entahlah, cuma dirinya dan Tuhan yang tahu. Mencelos banget di hati waktu adegan Inggit bilang semacam kaya' gini (tepatnya lupa), "aku sudah berusaha memberikan semuanya. Tapi masih saja kamu membutuhkan lebih. Yang penting aku sudah mengantarkanmu ke gerbang mimpimu." Aiiiih, mateeeek laaaah. 

Tentang hubungan antara BK dan Fatima (denger-denger nama aselinya Bu Fat itu Fatima), mungkin kalau kejadiannya sekarang udah bikin twitter heboh kali ya? Ya emang ngga seheboh kejadian ala budayawan itu, but still. Oh come on, you pria beristri. Ini muridnya. Temennya anaknya (anaknya Bu Inggit ding kayaknya), ya tetep ajaaaaaaaa dikecengin juga. Hadeeeeeh. Alasannya pengen punya anak. Yo wis sak karep wis. Bebas. Apapun alasanmu untuk tidak setia. Alasan mah gampang dicari.

Next tentang Bung Hatta, yang digambarkan kejepit antara Sjahrir dan BK. Sjahrir bilang Hatta terlalu membela BK, BK bilang Hatta tuh mendukung Sjahrir. Horotoyoh. Keren tapi nih penggambaran Bung Hatta, muncul percakapan-percakapan bermutu diantara Hatta dan BK, seperti "sanggupkah Bung memimpin negara dengan 70 juta penduduk? Membuat rakyat sejahtera?" Masih sesuai ama konteks saat ini. Rasanya aku jadi pengen duduk bareng sama calon presiden RI berikutnya dan melontarkan pertanyaan ini di malam sebelum pelantikannya sebagai presiden. Selanjutnya, sedikit tentang Sjahrir. Hmm.. ganas banget Sjahrir digambarkan di film ini. Sangat meledak-ledak, tapi somehow cool. Keren. 

Yang bikin hangat dari film ini adalah beberapa pisuhan yang diucapkan Bapak Bangsa maupun ring 1-nya. Mulai dari "jangkrik" sampe "jancuk". Wis metu kabeh. Hahaha.

Kembali tentang Soekarno sebagai tokoh utama, aku gak terlalu impressed dengan akting Ario Bayu. Tapi ya sudahlah ya. Lumayan lah, nggak njomplang2 amat. Walaupun cukup datar. All in all,  film ini bikin hangover. Bikin jadi pengen baca buku sejarah. Bikin pengen mengenal lebih dalam tentang orang-orang yang terlibat dalam kemerdekaan RI. Apa motivasi mereka, bagaimana sejarah mencatat mereka? Apakah sejarah sudah mencatat dengan benar? Apakah kita sudah menghargai jasa Eyang/Eyang buyut kita? Sebenernya mereka berjasa buat kita atau karena mereka juga udah muak 'disiksa'? *pertanyaan terakhir ngga penting dijawab, gak terlalu relevan. Intinya kemerdekaan udah berhasil didapet. Terus kita yang generasi muda ini mau apa?

Mau punya duit banyak biar bisa dapet apapun yang dimau? 
Mau hidup foya-foya lalala yeyeye tiap hari?
Mau apa? Dapet kemerdekaan nggak murah, tapi kitanya juga udah dikasih merdeka mah masih ribut aja hobinya. Ngapain kek yang bermanfaat dikit. Ho oh, Nett, kamu juga ngapain gitu kek yang bermanfaat dikit, daripada ngeblag-ngeblog galau melulu. -_-"


PS. Film kaya' gini kok malah diperkarain pake acara mau diturun-layarkan segala sik? *nggak ngerti deh*