Friday, April 18, 2014

The Last Words

Nonton NCIS, seorang perempuan menangisi kata-kata yang diucapkan ke pasangannya saat mereka bertengkar (tepat sebelum laki-laki itu mati tertembak).

"You know what was my last words to him? I called him a bast*rd. And I cannot take it back. Not now."

Ada kalanya perasaan menyesal yang sangat itu muncul ketika kata-kata (makian?) yang ingin diucapkan tertahan di tenggorokan. Kenap ngga diucapkan saja? Toh kesempatan untuk mengubgkapkan kekecewaan dan kemarahan mungkin hanya muncul sekali. Let it roar then finish itu. Hmmm.... Bisa jadi begitu. Mana kita tahu nasib orang, begitu makian terucap, orangnya wassalam. Atau malah kitanya yang wassalam. Who knows? Jadi biarlah kata-kata yang tercekat tetap tertahan, karen pisau yang terlempar ngga akan pernah bisa ditarik lagi, either dia kena sasarannya atau enggak. :)

Lesson learnt by theory since long ago. Hopefully can be practiced till the end. 

Friday, March 28, 2014

Ngebolang 2014 part 1

Sekitar sepuluh tahun yang lalu (lama juga ya?) sohib saya Si Picha melakukan trip jalan darat yang cukup jauh. Walaupun sudah lama berlalu, her trip inspired me. Hmm... 'Menantang' mungkin lebih tepatnya. Pernah denger kan kalimat, 'saingan paling berbahaya adalah sahabat terdekat'? Nah itulah. Kalo dia bisa jalan darat, kenapa aku ngga bisa? Oh dan tentunya, kudu ada icing on the top of the cake, biar saya ngga cuma mengikuti jejak si Picha. Apa tuh? Macih lahaciiiiaaaa hihihi. 

Tulisan ini dibuat di bus, berfasilitas wifi. 4G. Kapan kita bisa beginiiiiiih? (Si 4G yg dirumah aja ga ada sinyal). x)) Nah daripada kuotanya kebuang percuma dan keburu jadi fakir benwit lagi, marilah dimanfaatkan saja. Haha.

Dua check points hari ini sudah dilewati. Alhamdulillah, masih on schedule :) Perhitungan-perhitungan waktu yang kemarin di-spare just in case ada terlambat/meleset, dikonversi jadi olah raga kaki. Jadinya masih sempet menengok-nengok yang sebelumnya ga berencana ditengok.

Sempet nengok ini:


Ini: 
Daaaaan.... Setelah nyasar-nyasar akibat ngga bawa peta, nemu juga jalan menuju tempat ini:

Siapa orang gak mutu yang panas2an ke tempat itu? Aku. Hihihi. Subhanallah, sungguh panas sekali kalo jam 12 siang ke sana. Jangan diikutin deh kalo gak pengen kepalanya nyut2an. 

:)

Saturday, March 01, 2014

Kan Ada Batman

Di suatu penerbangan, duduk seorang anak--yang luar biasa berisiknya--di sebelah Kakeknya. 'Eyang,' begitu panggilan cucu ke Kakeknya yang tipikal pejabat dengan 2 ajudan yang mengikuti.

Setelah 2 jam penerbangan yang bikin orang susah tidur karena si Adek ini berisik melulu tepat di belakangku, pengumuman dari pilot "Passengers, prepare for landing" terdengar sangat merdu. Di tengah keheningan orang-orang yang tampaknya sudah sangat lega, eeeeh kedengeran lagi suara melengking khas anak-anak.
D : "Eyang, nanti kita mampir toko mainan dulu ya."
E : "Iya, besok pagi kita ke toko mainan. Sekarang sudah malam, nggak ada toko mainan buka."
D : "Lihat tuh di jendela, Eyang, lampu-lampunya masih hidup. Itu toko mainannya juga masih buka dong. Lampunya masih hidup." (sambil nunjuk-nunjuk keluar jendela)
E : "Iya, lampunya masih nyala, tapi tokonya sudah tutup. Yang punya toko sudah pulang. Besok pagi kita beli mainannya ya."
D : "Yaaaaah, kenapa pulang sih? Harusnya kalau lampunya masih nyala, toko mainannya masih buka dong. Nanti kalau malam-malam ada yang mau beli mainan gimana?"
E : "Kalau malam-malam gelap, siapa yang mau beli mainan?"
D : "Kan ada Batman."

Wakakakakakakaka... Terima kasih ya, Dek D, atas hiburannya. :))

Monday, February 24, 2014

Kisah Sepotong Waffle

Baca majalah Tempo yang menulis tentang label halal, jadi teringat sepotong kisah.

Kejadiannya kalau nggak salah di tahun 2008, di Waterford, Irlandia.
Waktu itu hotel yang kami tinggali nggak menyediakan fasilitas breakfast. Karena aku baru bergabung malem-malem buta dan sangat lapar, aku jalan duluan ke resto fast food persis di sebelah hotel. Chain restoran ini belum keliatan di Indonesia sampai saat ini. 

Biasalah, karena duit mahasiswa cekak (alesan ding), biar ngga laper, makan french fries dan telor aja lah. Mbak Waitressnya menerima pesanan dan langsung dikasihkan ke mas yang masak. Mas yang masak ngeliatin aku, terus ngga lama setelahnya, dia datengin aku dan bilang, "Kayaknya mending ganti pesanan deh, kamu muslim kan? Gini lho, takutnya minyak yang buat masak kecampuran ama yang dipake buat masak yang non halal. Mau nggak sarapan pancake atau waffle aja? Kalau yang itu aman deh." Kaget campur terharu ngeliat masnya. Dari tampangnya sih dia orang Timur Tengah. Oh well. Alhamdulillah ada yang mengingatkan dan menjaga. Itulah namanya muslim brother/sisterhood. :)

Makanya sedih banget kalau lihat dan merasakan betapa muslim yang satu negara, yang harusnya tidak asing satu sama lain justru nggak rukun. :( Mungkin mayoritas membuat kita semakin sombong dan individualis, serta lupa bahwa kita sebaiknya menjaga satu sama lain. Wallahu 'alam.

Saturday, February 22, 2014

21 Februari 2014

Sungguh, kalau Allah mau membukakan hati itu adaaaa aja jalannya. :) Akhirnya bisa berdamai juga. Berdamai dengan diri sendiri itu penting. Sehingga ga perlu lagi bertanya kenapa. Yang sudah terjadi, ya memang harus terjadi. Pilihan-pilihan yang dibuat karena emosi, kebodohan, dan alasan-alasan lainnya stayed there sebagai pembelajaran. Next time, lebih logis dalam bertindak.

Ketika melangkah ke depan, ngga perlu lagi diingat2 detail cerita lama. Yang perlu diingat adalah bagaimana cerita-cerita itu membentuk dan--semoga--mendewasakan diri. :)

Alhamdulillah. Terima kasih yaa Allah :D