Wednesday, May 15, 2013

Yoga for the Mind



Voldie said writing is yoga for the mind. Maybe. I don't know about this yoga thing. The only thing I know is I lost my diary. No, not physically, but I lost the eagerness to scribble anything there. Maybe because the pages were blotted with tears. Haha.

Short coversation with a trip partner brought us talking about my travelling history. Abroad. Another lifetime ago. Short after that my mind wandering to the past and present day. Never had I imagine travelling those miles. Never had I imagine visiting those places.

Same as today. I never imagine living my life like this. I'm a small town girl, living in a kampung not far from the city center. I shied myself from the society. And yet, where am I now? Again, Maktoub.

None of this without Your Knowledge. Whatever happen nano-seconds after this, I will just surrender to Your Power. 

PS. I still curious about what You already written for me. Oh well, guess I just wait for the mighty surprises :D

~17K, A330. CGK-UPG

On a Stormy Flight

Skimming through a newspaper on flight, I found a saying by Usman bin Affan. Sepintas lalu, terhela nafas, dan teringat pembicaraan beberapa menit sebelum take off, di bus menuju pesawat. Sungguh kematian itu dekat. Sungguh kematian itu adalah misteri. Dan bagaimana mungkin seseorang masih tertawa-tawa kala kematian pasti menunggu? Entahlah, mungkin karena dunia ini memang tempatnya bersenda gurau, dan saking khilafnya sampai kebablasan?

Ah, kenapa berat sekali ya isi kepala ini? Hihihi, karena berat jadi dikeluarin aja, supaya ringan :)

Anyway, beberapa halaman kemudian menemukan profil calon Menteri strategis yang baru. Hmm... Keren juga CVnya. (Ya, OK, apalah arti sebuah CV? Still, ini menunjukkan pencapaian seseorang, bukan?) Dan terlihat disana, nama istrinya, salah seorang pesohor. At least beberapa tahun yang lalu. Kalau ngga salah inget sih untarnished reputation, smart girl. There. I want to be one. :) Whatever this means. Jadi, why those tears? Semua terjadi karena ada maksudnya, bukan? :D

~was written during a bad weather flight between BDJ-CGK

Saturday, April 20, 2013

Silence

Pernah denger tentang kesunyian yang memekakkan? Pernah rasa tentang hening yang menggelegar?

Ketika tanya, tanya, tanya... Terjawab oleh sepi.

Sudah 3 kali kan? Jadi ya sudah. Maunya apa?

Bodohnya, mengapa bertanya lagi? Yang menyambut hanya angin dan deru mesin pesawat di kejauhan diiringi dengan pasrah. Que sera... sera. Semua atas izin-Mu.

Saturday, March 02, 2013

Taman, Kereta, dan Pepohonan Hijau

Ternyata ketiganya masih belum bisa membuat tekad menjadi bulat. *siyal

Yang muncul malah sinyal-sinyal penerimaan yang penuh kepasrahan sepi bahwa mungkin semuanya memang harus begini.

'Maybe those things will never come," seruku. Agak keras seolah meyakinkan yang perlu diyakinkan. Siapa? Me, myself, and I. Sementara yang disebelah nampaknya masih bingung, 'ini ngomongin apa sih?'

Ya sudah, cukup taman, kereta, dan pepohonan hijau yang mungkin bisa mengerti. Dalam sunyi.

Friday, March 01, 2013

Bosen

Sudah 2 tahun lebih kembali merasakan kehidupan ala Erasmus. Hmm? Iya, dulu jaman sekolah, udah dipuas-puasin loh bertualang dengan kopernya. Sementara sekarang? For the sake of working. Ya koper, ya backpack, apapun lah. Yang jelas belum berhenti dari berputar-putar-putar.

Dulu ngga percaya kalau suatu ketika semua hotel dan airport itu rasanya sama. Bedanya cuma di satu tempat kursinya lebih empuk dari tempat yang lain, di satu tempat kasurnya lebih gede dari yang lain. Itu. Oh, dan kebersihan toiletnya. Kalo toilet dan tempatnya nyaman, dijamin langsung bisa pup. Kalo ngga nyaman, bisa sampe pulang baru pengen pup. (Lah ini kenapa jadi membahas pup?) Hihihi.

Berpindah-pindah itu sepertinya sangat cocok bagi mereka yang masih no maden. Masih kost. Ngga perlu mikir cucian, ngga perlu mikir jemuran. Ngga perlu mikir ngepel. Menyesal? Nope, tentu saja tidak. Memang sudah waktunya untuk belajar lebih bertanggung jawab dalam membagi waktu. Kembali lagi belajar pake kompor. (Siyal, masak pun udah ngga karu-karuan rasanya!) T_T Gimanaaaaaa iniiiiiii??? Dulu perasaan ngga sekacau ini deeeh. Apa karena lagi gak konsen ya? (Mulai… mengarang alasan.) D'oh!

Kembali pada kehidupan 'berpindah', dengan sering-sering berpindah ini rasanya harus lebih banyak belajar beradaptasi, fellow travellers biasanya lebih 'pengertian' dan lebih ramah. Tapi itu juga tergantung gimana kitanya sih. Kadang-kadang kalau travelling dalam kondisi capek atau bete, itu bisa bikin kita jadi kurang sabar. Akibatnya? Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang salah, sehingga akibatnya malah bikin yang ditanya mbulet. Belum lagi…

errrrr… kapan-kapan disambung deh. Mau ke seberang dulu. Meet up with an old friend. :)