Friday, June 20, 2014

Ngebolang 2014 part 2 (SG-KL)

Kemarin waktu rapiin file-file yang ada di desktop, nemu file ini. Jadi inget, punya utang buat nulis tentang perjalanan ini. Ini perjalanan 'gila'. Awalnya gara-gara ada mbak-mbak galau yang tiba-tiba pengen jalan-jalan ke tempat yang jauh. Unwinding. Membuang sakit hati. Ceileeeee. Karena trip seperti ini sebenernya sudah beberapa kali di-sounding, tapi temen perjalanan yang dimaksud responnya selalu negatif. Well, pernah positif ding, tapi jadi negatif seminggu kemudian. Hahaha. So, akhirnya momen itu tiba. Pas lagi galau, eh ternyata ada yang udah beli tiket backpacking-an. Dengan berbagai modifikasi karena awalnya si empunya rencana mau backpacking-an naik bus SG-BKK return, akhirnya jadilah itinerary kita (iya, aku ngaku deh, aku yang bikin trip-nya jadi sampe Kamboja) hahaha! Awalnya malah ada rencana mau ke Phuket dan Phi-phi, tapi tetep mau ke Kamboja, yang tentu saja nggak mungkin lah yaaaa... kecuali kita backpackingan via udara dan bukan lewat darat seperti yang direncanakan semula.

So? Apakah perjalanannya smooth? Tentu tidak. Hihihi. Bayangkan 2 orang stranger tiba-tiba backpacking-an bersama. Oh well, we know each other on name basis. But that's that. Lainnya? Stranger. We don't know each other well. Hahahaha. Apa yang terjadi? Kami sampe SG di waktu yang berbeda, yang satu ngotot mau naik bus ke KL via terminal Johor Bahru, yang satu maunya naik bus langsung dari SG ke KL. Selisih 150.000 IDR sih emang. Tapi kan... tapi kaaaaan... lebih nyaman... Hihihi. Ya begitulah, yang katanya mau backpackingan bareng dari SG pun kita mundurkan dari KL, gara-gara sama-sama keras kepala.
Bangku di Dalam Bus, Bisa Selonjoran dan Ada Monitor buat Nonton Film
Anyway, Bus langsung dari SG ke KL itu sangat-sangat nyaman. Kemarin pake bus Nice. Kaki bisa selonjor dan di dalem bus ada wifinya. 4G! Alhasil sepanjang jalan malah ngidupin gadget dan ngobrol video call ama Mama. Murah bayarnya, pake voucher, 5 ringgit sajo. Amazing banget lah tuh jaringan internet Malaysia. Indonesia kapan bisa gitu ya? Sepanjang jalan sih yang dilewatin kebanyakan jalan tol yang kanan-kirinya penuh lahan sawit. Cukup monoton pemandangannya.
Dapet Snack di Bus

5 Ringgit Aja dan Voucher Ini Bisa Dipake Buat Browsing 4G di Wilayah Malaysia, No Glitch Sepanjang Jalan

Menjelang masuk KL, lalu lintas lumayan berat. Macet. Yang kudunya jam 18 sudah sampe KL sentral, baru jam 19 nyampe. Di sana cari ATM (kemaren ngga bawa ringgit sama sekali, males nukernya, abis cuma butuh paling buat makan sekali aja), ambil ringgit setara140.000 IDR buat beli makan dan odol + sikat gigi. (Masa' lupa bawa alat mandi cobaaaa). Trus makan Tuna Melt Panini di Subway. Yummy! Menjelang jam 20.30, nyari peron, nukerin tiket yang udah dibeli online. Ternyata belum dibuka. Sistem disana, sama dengan di sini. Baru boleh masuk 30 menit sebelum berangkat. Anyway, tahukah saudara-saudara dimana temen jalan saya? Oh ya, kami ketemu di depan pintu tempat nunggu kereta. Handphone-nya dimatiin sodara-sodara =)) Sementara diriku kumel bau keringet karena sesiangan jalan kaki naik turun MRT dan jalan-jalan di Garden by The Bay di siang yang terik, dia udah mandi aja dong. Di KL Sentral ada ruangan mandi yang cukup decent dengan membayar 5 ringgit saja. Aku tadinya juga berencana mau mandi, tapi karena liat ruang sholat-nya yang nggak OK, kupikir tempat mandinya sama aja kaya' gitu, ternyata bagus katanya. Ya sudahlah, udah nanggung juga mau mandi. Trus endingnya naik kereta deh jam 21.30 menuju Hat Yai. :D (to be continued...)

Subway's Tuna Melt!!!

Sleeping Train from Kuala Lumpur to Hat Yai




Tuesday, May 06, 2014

Una Noche di Tanjung Bira

Yep. Semalam di Tanjung Bira :D

Ceritanya kami punya waktu senggang di sela-sela kerjaan. Jadi berangkatlah kami ke Tanjung Bira. Cukup 5 jam saja dari Makassar. Ho ho ho... ho oh, 5 jam. Sampe pegel dah tuh duduk di mobil, berasa mau mudik aja. Berangkat jam 7 pagi (lewat dikiiiiittt) akhirnya kami nyampe di penginapan jam 14-an. Lho katanya 5 jam? Iya, perjalanannya 5 jam, kita kan pake acara mampir makan siang dulu hihihi.


Ini nih yang namanya Pantai Tanjung Bira. Kurang terawat ya? Ho oh. Tapi lihat doooong birunya pantai sangat menjanjikan. :D Nggak lama, kami naik kapal untuk main snorkling di Pulau-pulau sekitar sana. Bentar aja sik, paling satu jam, soalnya lagi ngga enak badan dan badan capek semua.


Itu foto-foto dari tempat kita main-main snorkling. Beda banget lah gaya kita snorkling-an ama anak-anak yang sering main-main disana. Anak-anak pantai yang tiap harinya memang main-main di pantai.


Tanjung Bira di siang menjelang sore. Ini di sisi Timur pantai yang tadi ada di foto pertama. Lebih bersih ya? He eh.



Di Tanjung Bira kemarin kami menginap di Hotel Panrita Lopi, yang artinya 'Pembuat Kapal'. Dari kamar di hotel ini lah kami bisa liat sunrise! Yiiihaaaaa! Yep. Pantai di Tanjung Bira itu menghadap sunset, sedangkan dari sisi Panrita Lopi Hotel, kita bisa liat sunrise :D



Kenapa namanya Panrita Lopi? BAPAKNYA YANG PUNYA HOTEL JUGA PENGUSAHA KAPAL!! #oops caps lock-nya kepencet, saking terlalu excited. Jadilah kami sekalian jalan-jalan ke 'pabrik' kapal punya Bapak Haji. Booo yaaah! Gedheeee bangeeeet kapal Phinisi itu. Liat tuh, pohon kelapa aja ada yang hampir keselip tingginya.


Daaaaaan, akhirnya, sebelum pulang, kami mampir dulu ke Pantai uuummm.... apa ya namanyaaaaa? Pokoknya pantai yang cakep banget dan masih belum terambah! Ke sana nggak pake mbayar, orang ngga ada pintu gerbangnya. Terus jalan masuknya daleeeeeem banget. Kaya' mau ke tempat rahasia gitu deeeeh. Subhanallah. Indonesia ini sungguh potensinya luar biasaaaaaaa.

Friday, April 18, 2014

The Last Words

Nonton NCIS, seorang perempuan menangisi kata-kata yang diucapkan ke pasangannya saat mereka bertengkar (tepat sebelum laki-laki itu mati tertembak).

"You know what was my last words to him? I called him a bast*rd. And I cannot take it back. Not now."

Ada kalanya perasaan menyesal yang sangat itu muncul ketika kata-kata (makian?) yang ingin diucapkan tertahan di tenggorokan. Kenap ngga diucapkan saja? Toh kesempatan untuk mengubgkapkan kekecewaan dan kemarahan mungkin hanya muncul sekali. Let it roar then finish itu. Hmmm.... Bisa jadi begitu. Mana kita tahu nasib orang, begitu makian terucap, orangnya wassalam. Atau malah kitanya yang wassalam. Who knows? Jadi biarlah kata-kata yang tercekat tetap tertahan, karen pisau yang terlempar ngga akan pernah bisa ditarik lagi, either dia kena sasarannya atau enggak. :)

Lesson learnt by theory since long ago. Hopefully can be practiced till the end. 

Friday, March 28, 2014

Ngebolang 2014 part 1

Sekitar sepuluh tahun yang lalu (lama juga ya?) sohib saya Si Picha melakukan trip jalan darat yang cukup jauh. Walaupun sudah lama berlalu, her trip inspired me. Hmm... 'Menantang' mungkin lebih tepatnya. Pernah denger kan kalimat, 'saingan paling berbahaya adalah sahabat terdekat'? Nah itulah. Kalo dia bisa jalan darat, kenapa aku ngga bisa? Oh dan tentunya, kudu ada icing on the top of the cake, biar saya ngga cuma mengikuti jejak si Picha. Apa tuh? Macih lahaciiiiaaaa hihihi. 

Tulisan ini dibuat di bus, berfasilitas wifi. 4G. Kapan kita bisa beginiiiiiih? (Si 4G yg dirumah aja ga ada sinyal). x)) Nah daripada kuotanya kebuang percuma dan keburu jadi fakir benwit lagi, marilah dimanfaatkan saja. Haha.

Dua check points hari ini sudah dilewati. Alhamdulillah, masih on schedule :) Perhitungan-perhitungan waktu yang kemarin di-spare just in case ada terlambat/meleset, dikonversi jadi olah raga kaki. Jadinya masih sempet menengok-nengok yang sebelumnya ga berencana ditengok.

Sempet nengok ini:


Ini: 
Daaaaan.... Setelah nyasar-nyasar akibat ngga bawa peta, nemu juga jalan menuju tempat ini:

Siapa orang gak mutu yang panas2an ke tempat itu? Aku. Hihihi. Subhanallah, sungguh panas sekali kalo jam 12 siang ke sana. Jangan diikutin deh kalo gak pengen kepalanya nyut2an. 

:)

Saturday, March 01, 2014

Kan Ada Batman

Di suatu penerbangan, duduk seorang anak--yang luar biasa berisiknya--di sebelah Kakeknya. 'Eyang,' begitu panggilan cucu ke Kakeknya yang tipikal pejabat dengan 2 ajudan yang mengikuti.

Setelah 2 jam penerbangan yang bikin orang susah tidur karena si Adek ini berisik melulu tepat di belakangku, pengumuman dari pilot "Passengers, prepare for landing" terdengar sangat merdu. Di tengah keheningan orang-orang yang tampaknya sudah sangat lega, eeeeh kedengeran lagi suara melengking khas anak-anak.
D : "Eyang, nanti kita mampir toko mainan dulu ya."
E : "Iya, besok pagi kita ke toko mainan. Sekarang sudah malam, nggak ada toko mainan buka."
D : "Lihat tuh di jendela, Eyang, lampu-lampunya masih hidup. Itu toko mainannya juga masih buka dong. Lampunya masih hidup." (sambil nunjuk-nunjuk keluar jendela)
E : "Iya, lampunya masih nyala, tapi tokonya sudah tutup. Yang punya toko sudah pulang. Besok pagi kita beli mainannya ya."
D : "Yaaaaah, kenapa pulang sih? Harusnya kalau lampunya masih nyala, toko mainannya masih buka dong. Nanti kalau malam-malam ada yang mau beli mainan gimana?"
E : "Kalau malam-malam gelap, siapa yang mau beli mainan?"
D : "Kan ada Batman."

Wakakakakakakaka... Terima kasih ya, Dek D, atas hiburannya. :))