Friday, June 05, 2009

Final Liga Champions 2009: mein

Setting: sore hari, di daerah Timur kota.

Seorang istri lagi ngobrol santai sama suaminya. Sang suami ubek nyari kaos bola untuk nonton bareng final Liga Champions pada dini hari. Perempuan ini mempertanyakan sang istri yang sepertinya tidak berminat menemani suaminya nonton bareng.

Sang istri: "gue? nonton bola bareng? ya ogah laaaaaaaaaah."
Perempuan ini: "kan sambil nemenin suami."
Sang istri: "nggak ah."
Perempuan ini: (muttering to herself) "hmmm... hampir semua kecenganku nggak suka nonton bola. padahal aku suka nonton rame-rame."
Sang istri: "siapa yang salah coba kalo gitu?"
Perempuan itu: "lha piye to?"
Perempuan ini: "(muttering to herself again) i wonder whose fault is that?"

Setting: lewat tengah malam, setelah pertandingan berjalan lebih dari 12 menit.
Perempuan ini mencari nama salah seorang temannya di handphonenya.
tut.. tut.. tut..
Teman: "Halo.. (suara sangat mengantuk, sepertinya masih setengah tidur."
Perempuan ini: "Uuuuh... kalah ini."
Teman: "Oh.. udah kebobolan to? Aku ngantuk."
Perempuan ini: "Yeah.. kirain kamu nonton, terus mau berpuas-puas ngece aku. Ya udah kalo gitu... met bobok ya."

Setting: beberapa menit telah berlalu dari percakapan pertama.
Suara handphone memanggil-manggil.
Tak lama terdengar percakapan aneh dengan joke-joke lama yang hanya dikenal segelintir orang dan pembahasan pertandingan ala komentator amatir.
Teman 2: "wah sorry yo.. kebobolan meneh."
Perempuan ini: "yeah... enjoy your time. selamat menikmati kemenangan."
percakapan berlanjut dengan cerita-cerita bodoh lainnya.
Perempuan 2: "uuuuuh... sakit hatiiiiii aku. hancur hatiku kayak lagunya Olga."
Teman 2: "tenang-tenang... ning Barca ono Messi soale."
Perempuan 2:" udah ah... tipinya mau kumatiin aja."

aaaah... pembohong! walau hancur hati, tetep nggak bisa kalo nggak nonton sampai akhir kaaaaaaan?

PS. Thanks buat yang udah kasih surprise nemenin nonton via telpon. (Tumben telpon... :P ) Nggak lucu juga nonton final CL sendirian.
PPS. Buat yang ngantuk.. so sorry.. Happy Belated B'day yaak!!

Friday, May 08, 2009

Perjalanan

Bune kemaren mengeluh, katanya jalan sama aku tuh nyebelin, soalnya aku tidur terus sepanjang perjalanan ke Timur dan balik lagi. Padahal, aku yakin, ada yang dengan senang hati memberiku obat tidur di perjalanan dari Barat ke (agak) Tengah beberapa waktu yang lalu saking sebelnya sama mulutku yang nggak berhenti ngoceh. Ha ha ha.

Anyway, nggak pernah ada perjalanan yang tanpa cerita, bukan. Kemarin di sebelah kami, duduk seorang bule, dengan tas ransel gedhe. Pas kondektur ngecek tiketnya, dengan bahasa Inggris yang cukup membingungkan, Pak Kondektur berusaha menjelaskan kalo si eMbak ini salah gerbong. Gerbong bisnis itu disono, yang nggak make AC. Kurang lebih begitulah. That was pretty embarrassing for Mbak Bule dan Pak Kondektur agak kesel, bule2 kok bego. Yeah, apa mau dikata, kelas Eksekutifnya sini sama Ekonominya sana sama. Jadi ya, harap maklum Pak.

Next, ketemu lagi sama sepasang Bule, yang kelihatannya cukup bersih, i mean, mereka nggak keliatan gosong2 kayak yang hobi berjemur di pantai. Heran juga, kok ada ya Bule yang pergi setujuan sama kami. Pak Becak di stasiun aja heran, ngapain ini 2 orang bule ke kota itu. "Gak ono opo-opo Mbak ning kene iki." Ya iya sih, kecuali kalo Mas dan Mbak itu mau main-main ke Kebun Kopi. Hmm... aku malah curiganya mereka mau ke G-Land (tapi kok nggak bawa papan selancar... dan nggak keliatan gosong, dan kenapa turun disitu?) atau mau ke alas Purwo? Atau mau nonton Kura-kura bertelur? Huuu huuu... ini yang orang Indonesia malah belum pernah kesono. Well, yeah, kalo ke tempat2 seperti itu kayaknya nggak mungkin deh sama Bune.

So? I'm DGPS, I'm addicted to travel and it seems my style of traveling really depends on my partners. :P Favorite partner? Up until now, honestly, I must say Rana and Yayas (I always enjoy your sing-a-song sessions!) Miss you lots, Little Princesses!!!

Anyone going somewhere? Drop me a line, OK? :D

Thursday, April 09, 2009

Nonton Pemilu 2009 part 1

Sebenernya ngga pas juga tuh judulnya, nyangkut-nyangkut dikit deh.
Nggak mau nulis komentar tentang keributan DPT, dll. Awalnya nggak
pengen nulis juga... Tapi daripada diomelin balik sama Bune gara-gara
aku ngomel-ngomel mlulu di depan tipi, mending ditulis disini aja
deh... lagian... ada yang ngakunya kangen baca tulisanku....
*hayaaaaaaaaHHH* kwkwkwkwkwkwk

(Too bad dirimu nggak di Indonesia, kalo coba disini, kita bisa nonton
bareng penghitungan. Ya toooo... Jeng Bungek??? :P )

Okay, back to topic, bete banget deh lihat komentator2 (bahasa
tipinya: narasumber) yang es teh-es teh ituuuuuu. Nemu narasumber
dimana sih? Hiiiiiiiiihhh.... guuuuueeemeeeeesssss. Let's see: "Pemilu
kali ini cukup sulit, pencontrengan membutuhkan waktu minimal 4 menit
per orang. Kalau ada 200 orang di TPS, butuh waktu 800 menit, belum
lagi kalau harus menunggu mereka yang pulang dari sawah, dari
ladang....."

Uuuuuh... kalo nggak inget betapa malesnya ngganti channel tipi secara
manual, udah aye banting itu remote tipi. *menarik napas
panjaaaaaang... sabaaarrrr...*

#1. Pak... haloooo... di TPS itu tempat nyontrengnya nggak cuma 1
bilik. Tiga bilik *resmi* dari KPU dan 2 bilik bikinan dari doos.
Whatever it is, intinya, si 800 menit itu masih bisa dibagi 3,4,5,6
whatever.

#2. Pak... di tempat saya tadi, orang-orang nyoblos nggak sampe 2
menit selesei. Saya sama sodara saya yang nomor urutnya kacek >30
nomor antrian aja, nggak sampe 20 menit udah sama-sama selesei.

Dan masih panjaaaang sebenernya.....

Belum lagi reporter-reporter yang pertanyaannya nggak mutu... Such as:
"Bu, kenapa kok jam 11 baru dateng ke TPS sini, enggak takut
kehilangan hak pilih anda?" tanya mas reporter dengan tampang serius
kepada ibu-ibu yang sudah duduk manis di tempat menunggu giliran.
"Lho, kan tutupnya jam 12 to Mas? Ini baru jam 11, nggak pa-pa to?"
Hyahahahahahahahaha..... kuaaaaapooookkk koen!!! Reporter kok nggawe
pitakon wae koyo ngono. First time kick dan langsung goal buat Ibu.
Keplok-keplok bahagia!

Baidewei, di saluran tipi pemilu ada siaran langsung segerombolan
mahasiswa yang menyoraki hasil pemilihan. Nggak penting banget deh.
Ada dan tiadanya mereka tuh nggak ngaruh kali... Pendapat-pendapat
yang nggak penting. Mending meneng wae le... leee. Dadi mahasiswa ki
yo mbok sing rodo mutu ngono lho dek...dek... Sampeyan ki lak yo seko
sekolah negeri terkemuka di negeri ini to? Nek ra mutu ki mending
meneng. Disuru numpang nampang di tipi buat acara nggak penting aja
seneng.

ah... udah ah, tambah emosi saya ngelihat orang-orang es teh
berseliweran di depan tipi. Apa gunanya nonton acara *serius* kalo
nggak ada bedanya sama nonton lawak. Mending gw nonton inpoteinmen,
yang udah pasti gosipnya...

sudah makin sama nggak mutunya sama mereka, lebih baik sudahlah. over and out.

Wednesday, March 25, 2009

strange

tilulitlulit tilulitlulit...

telponnya bunyi. diangkat. ngoceh deh sama orang yang udah gw kenal
puluhan tahun yang lalu. sumpe loe! lama sekali ya kita ngga ngobrol
aneh kaya' gini.

"e e e e e... enak aje. siapa bilang gw galak? emang gw galak?"
terkeluar satu kalimat. "iya.. eh enggak ding, sama gw loe emang agak
ngga galak, tapi kalo tegaan iya." sahutnya. "@#$%^.. gile loe, gw kan
baik hati baik budi dan low profile... penting ya?" hiyahahaha.. dan
tawa bego pun menggetarkan tembok ruang tengah. mungkin tetangga
seberang rumah udah ngira rumah gw isinya setan kuntil instead of me.

di akhir perbincangan, "maaf lahir batin yak...." dan yang terdengar
hanya senyap diujung sana. "hallo hello... gw minta maap, nek!" hanya
terdengar keraguan diujung sana. setelah beberapa saat dari ujung sana
terdengar suara, "ogah ah.. pasti ada apa-apanya. lebaran masih lama
bo', gak boleh minta maap sekarang. tuh, jadi curiga gw sekarang,
pasti ada apa-apanya nih. ada udang2an dibalik batu nih pasti."

siyaaaaall.. om elton berdendang, sorry seems to be the hardest word.
gw udah bilang. itu kata udah keluar dari mulut gw. eh gw dibilang
culas. hiyahahahaha... salah tuh oom teorinya!

sebelnya kejadian ini adalah ulangan kejadian sore hari sebelumnya. gw
nyamperin temen arisan gw yang sudah lama tak jumpa. diakhir
kunjungan, kugenggam tangannya, cipika cipiki deh kita, and i said..
"i am sorry for any mistakes i've done." dan apa? yang gw dapet adalah
tatapan penuh tanda tanya. gyaaaaaaaa! she said, "loe bikin gw curiga
deh.. ada apaan sih? cerita bo'.. cerita... gw gak suka deh kalo loe
maennya kayak gini! pokoknya harus cerita!" lha? gw jadi tambah
bengong, disuru cerita apaan?

sigh.. susah ya prosesi minta maaf itu...
=============

*idih.. serius amat bacanya!* fiksi neeeeek... fiksi. kalo ada
kesamaan dengan tokoh/kejadian/tempat nyata; emang gak sengaja. kik
kik kik kik kik.

Saturday, March 14, 2009

the OmDongs

Posting kali ini, (masih) langsung dikirim dari mailbox saya... He
he.. the bandwidth crisis saga continued.

Minggu-minggu belakangan ini cukup menyenangkan. Nggak seperti
kepulangan pertama yang most of the time terisi dengan jetlag (beneran
itu ndak bohong!) kali ini lumayan oye. Strategi (sepertinya)
berhasil. Walau masih sering ngantuk di waktu-waktu ndak jelas dan
sempet kepikiran jangan-jangan daku tergigit chinkungunya
(naudzubillah... jangan deh yaaaa...) dan kadang-kadang serangan tidur
pun tak terelakkan. Hmm.. agak repot juga, karena udah lama hobi
tidur, jadinya bingung, ini karena pengaruh body ato emang keterusan
hobinya? Hi hi hi...

Anyway.. posting ini didedikasikan bagi the OmDongs (I am sure you
know who you are!) My last trip made me decided to write this.

Well, "the OmDongs" punya hobi arisan di Dubai untuk kemudian
diterusin beli tas di Hong Kong. Punya motto "viva de la gombal
gambil". Kebahagiaan terbesar adalah berhasil menciptakan visi dan
misi. Tentang juknis pelaksanaannya? Ah yang penting niatnya dulu....
:D

Looking back, ada yang pengen punya restoran malah jadi balon abdi
negara; yang buru-buru kabur dari kampus buat leyeh-leyeh di rumahnya
(suami-red) malah duduk lagi di hot-seat; yang pengen jadi guru malah
nguli; yang diperkirakan jadi dosen malah masuk sekolah bakulan; yang
cita-citanya careerwoman malah sudah menyempurnakan
ke-perempuanan-nya; dan yang ngakunya homesickness nya sangat tinggi
malah meninggalkan tanah airnya tercinta dan belum kembali. *doeeeng*

Well, as I believe that dreams do come true (pembahasan ttg ini lain
kali aja yak); aku juga percaya kalau manusia itu bisa jadi engga tahu
mana yang terbaik untuknya. So, let the OmDongs be the OmDongs :P

Emm.. (pake nada Irish), agak mengkhawatirkan sebenernya, karena aku
kepengen the half me-s bakalan ngerasain Indonesia yang nyaman. Dimana
orang-orangnya *setidaknya* mencoba untuk menghormati hak orang lain
dan mengerti kewajibannya masing-masing. Dimana ketika mereka membuang
sampah sembarangan itu adalah bentuk kenakalan dan bukanlah hal yang
wajar apalagi normal. Dimana ketika enggak ada orang lihat pun mereka
akan membayar permen yang sudah diambil. (Kampanye Indonesia bebas
korupsi?) Ha ha ha ha.. secara aku ini termasuk dalam the OmDongs,
agak parno juga jadinya. Is it possible? Memulai dari diri sendiri aja
udah cukup rumit (blame the devil in me, when in fact it's my own
fault!); apalagi kalo harus mulai dari orang lain. Jadi inget lagunya
abang-abang westlife... "how can I change the world, when I'm not sure
can change your mind." Proyeksi yang dilihat orang lain sama diri kita
aja bisa lain buanget (inget konsep 4 ruang tahu-tidak tahu-diri
sendiri-orang lain kan?). People followed Joker, said why so serious,
when in fact they are. Terkadang joke dianggap serius dan important
matters dianggap sepele. Don't be misunderstood, will you? But it's
okay to do that. :D

Kalo dilihat keatas, tulisan ini nggak nyambung deh... Kalimat yang
mengikuti menjegal kalimat sebelumnya. Ah... sudahlah...

Ngantuk...